Air dicincang tak akan putus....
Suka peribahasa ini... Ianya menggambarkan akan persaudaraan.. Walau berkelahi macam mana sekalipun, saudara kita adalah darah daging kita sendiri... Sama-sama berada dalam rahim ibu selama 9 bulan 10 hari... Ketika kanak-kanak, saudara kita yang jadi kawan sepermainan, kawan bergaduh, kawan nakal dan macam-macam lagi...
Pernah berkongsi baju, pernah berkongsi seluar (mungkin juga seluar dalam... heheheh), pernah berkongsi makanan dalam satu pinggan, berkongsi air dalam satu cawan dan berkongsi pengalaman....
Rapat mana kita dengan sahabat, rapat lagi saudara kita dengan kita, kenal mana pun sahabat dengan kita, yang pasti saudara kita lebih kenal siapa kita...
Semuanya tentang saudara... Andai kata ibu bapa kita tiada pun, saudara kita lah satu-satunya ada bersama dengan kita selain sahabat....
Peribahasa hanya tinggal peribahasa....
Mudah melafaz kata dari melaksanakan... Bila terkena batang hidung, sendiri melopong..
Bila kehidupan punyai perasaan dengki, sanggup buang saudara dari hidup
Bila kehidupan punyai perasaan benci, sanggup lihat saudara sendiri merana
Bila kehidupan punyai perasaan angkuh, sanggup melupakan saudara sendiri
Bila kehidupan punyai perasaan ego, sanggup tidak bertegur sapa dengan saudara
Bila kehidupan punyai perasaan cinta akan dunia, sanggup buang akhirat
Bila kehidupan punyai perasaan iri hati, sanggup menabur fitnah terhadap saudara sendiri...
*Astaghfirullah
Jasad saya seakan hendak jatuh, jiwa saya seakan runtuh...
Lemahnya iman, bila mana tidak dapat mencegahnya...
Semua ini tidak akan jadi sekiranya hati tidak sakit... Aduh.. hati bagai di rentap sesuatu yang kasar...
Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud,
"Sesungguh hati itu boleh berkarat seperti mana berkaratnya besi." Maka sahabat-sahabat bertanya apakah yang boleh membersihkannya, Rasulullah S.A.W menjawab
"Membaca Al-quran dan selalu mengingati mati."
Tapi andai, dengki, benci, angkuh, ego, cinta akan dunia, iri hati dan dendam bersarang di hati, tanpa ada usaha untuk membersihkannya, rasanya hati kita sudah tiada rupa hati, ianya sudah berkarat... Berkarat yang mana akan rapuh dan berkecai bila ada sesuatu yang menghentam ke atas besi tersebut.... Dan akhirnya, tiada getaran saat bunyi dilantunkan ke atas besi tersebut... Sama jua sepertinya hati yang berkarat, tiada getaran di hati saat mendengar Kalam Allah... Tandanya hati telah mati.... Nauzibillah...
Emm, harap semua berakhir sebelum saya bertemu dengan Maha Pencipta... Harap pengakhirannya adalah indah.....
*Islam itu bersaudara.... Jangan putuskan persaudaraan itu...
No comments:
Post a Comment